• Jam Buka Toko: Jam 09.00 s/d 19.00 WIB
  • Status Order
  • SMS/WA: 08157710443
  • Line : dodolperak
  • BBM : D9AE8643
  • cs@dodolperak.com
Terpopuler:

Usia Ideal untuk Menikah Menurut Psikolog

26 March 2017 - Kategori Blog
Usia Ideal untuk Menikah Menurut Psikolog

Usia Ideal untuk Menikah Menurut Psikolog

Menikah tidak bisa asal-asalan diputuskan tanpa pertimbangan yang matang. Bila hendak menikah, tentu dibutuhkan kesiapan fisik dan mental dari kedua calon mempelai. Ada banyak pasangan kekasih yang berani memutuskan menikah di usia muda, ada pula pasangan yang sudah matang dalam umur, namun belum juga merasa siap untuk menikah.

Di Indonesia sendiri, usia ideal menikah menurut Undang-undang Perkawinan, pada perempuan adalah 16 tahun. Sedangkan untuk laki-laki, pada usia 18 tahun. Namun, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN memiliki pendapat lain, seorang perempuan akan lebih siap jika menikah di atas 20 tahun. Kira-kira berapa ya usia yang ideal secara psikologinya?

Baca Juga : 10 Gambar Model Cincin Kawin Terlaris / Terpopular

“Usia ideal menikah berdasarkan tugas perkembangan manusia di ilmu psikologi, adalah di rentang usia dewasa muda, 20 sampai 40 tahun,” tutur psikolog klinis dewasa dari Tiga Generasi, Pustika Rucita, BA, MPsi dalam live chat ‘Persiapan Mental Jelang Pernikahan’ yang digelar detikHealth dan detikForum di kantor detikcom, Jl Warung Jati Barat, Jakarta Selatan, Rabu (22/3/2017).

Menurut Cita, panggilan akrabnya, di rentang usia ini, salah satu tugas perkembangan manusia adalah untuk memenuhi kebutuhan intimasi mereka, di mana mereka akan mencoba untuk membentuk komitmen dengan orang lain.

Walau begitu, kata Cita, pernikahan bukan hanya didasari dari usia semata. Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi seseorang untuk menikah. Beberapa faktor di antaranya adalah faktor kepribadian, karakter, pola asuh yang diterimanya sejak kecil, maupun kemampuan personal atau sosial lainnya.

“Bisa juga melalui peristiwa signifikan yang terjadi dalam kehidupannya yang dapat mempengaruhi pola berpikir dan tingkah lakunya,” tutur Cita.

Bagi Cita, ketika berkomitmen memasuki pernikahan, salah satu hal yang paling krusial adalah trust atau rasa percaya terhadap pasangan, pernikahan, bahkan pada diri sendiri. Dengan bersikap jujur dan terbuka, akan menjaga rasa percaya itu sendiri dan dapat meminimalisir kemungkinan berpisah.

sumber : detikhealth

,

There are no comments yet, add one below.

Berikan Komentar/Review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Form yang wajib di isi ditandai *